eksklusif menggunakan tempat ibadah

Pelapor Sudaryono, dibuat tanggal 23 Oktober 2018

Informasi terkait laporan :

Eksklusif penolakan tempat ibadah yang digunakan untuk shalat oleh jamaah lain yang belum masuk ke golongan mereka, karena belum dibaiat sebagai jamaah mereka, apakah di Banjarbaru sudah masuk aliran seperti dimaksud, ( dulu Lemkari sekarang LDII )

Lokasi

  • Kecamatan : Banjarbaru Utara
  • Kelurahan : Mentaos
Laporan telah di Terima

Pertama-tama, terima kasih Bapak telah berbagi informasi kepada kami. Dan sebagai informasi bahwa LDII sudah diakui oleh pemerintah, inilah sekilas info tentang perjalanan LDII Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau yang familiar disebut LDII, didirikan oleh sang ketua yang bernama Nur Hasan Ubaidah Lubis pada tahun 1951 di daerah Burengan Banjaran Kediri-Jawa Timur. Awal mula berdirinya kelompok ini adalah dari pergantian nama awalnya yakni Darul Hadist. Dan pada tahun 1968 kelompok ini dibubarkan oleh organiasai masyarakat yang bergerak dibidang keagamaan, sehingga setelah dibubarkan mereka mengubah nama kelompok mereka dengan Islam Jama’ah atau yang biasa disingkat IJ. Pada tanggal 29 Oktober 1971, Jaksa Agung melayangkan surat keputusannya dengan nomor surat Kep. 08/D.4/W.1971 dan menyatakan akan membubarkan IJ diseluruh Indonesia, karena dinilai meresahkan masyarakat Indonesia. Ketika kelompok tersebut dibubarkan, dibentuklah tim khusus untuk mendekati Letjen Ali Murtopo yang saat itu mejabat sebagai wakil kepala bakin dan staf operasi khusus presiden pada jaman Pak Suharto. Seperti yang banyak orang ketahui jika Letjen Ali Mutropi anti terhadap agama Islam, namun anehnya beliau mau melindungi kelompok mereka. Sehingga ada tanggal 1 Januari 1972 Islam Jama’ah atau IJ kembali mengubah nama menjadi Lemkari atau kepanjangan dari Lembaga Karyawan Islam atau Lembaga Karyawan Dakwah Islam, dan kelompom tersebut berada dibawah naungan partai Golkar. Pemerintah kembali membubarkan kelompok tersebut dengan SK No. 618 tahun 1988, dengan alasan ajaran mereka menyimpang dan meresahkan masyarakat. Pada tahun 1990 kelompok Lemkari kembali mengadakan negosiasi dan mendapatkan izin untuk berganti nama menjadi LDII atau Lembaga Dakwah Islam Indonesia berdasarkan saran yang diberikan Menteri Dalam Negeri.

ADMIN 24/10/2018 Pukul 16:20

09/05/2019 Pukul 06:55

24 29/06/2019 Pukul 20:53